GELIAT MASAKAN MINANGKABAU DIKANCAH INTERNASIONAL


Saya bangga menjadi warga Indonesia. Saya bangga menjadi masyarakat Minang. Meskipun sekarang negeriku sudah tak cantik lagi.

Penulis sendiri dilahirkan dan dibesarkan di kota Padang. Berbagai hal mengenai Padang sudah mendarah daging bagi saya. Apalagi dengan masakan minang. Biasanya, masyarakat Padang bila ke luar daerah lebih mengincar masakan Padang dibanding masakan yang lain. Ada yang mengatakan bahwa orang padang kalau ke luar kota yang dipikirkan dulu itu adalah “perutnya”. Dan ajaibnya, dimanapun kotanya, rumah makan padang (rumah makan minang) itu selalu ada. Namun sekarang hal ini sudah kontra dengan generasi muda Minangkabau, yangmana mereka lebih memilih fastfood dari negara lain daripada masakan “rumah sendiri” yang telah diakui dunia Internasional.

Dalam berhubungan antar manusia, kita memerlukan interaksi sosial. Interaksi sosial memberikan pengaruh timbal balik diberbagai segi kehidupan manusia, sehingga melahirkan sesuatu hal yang dapat memenuhi semua kebutuhan hidup manusia, termasuk dibidang kuliner. Secara antropologi, setiap masakan menyebar seiring dengan penyebaran manusia. Seleksi alam pun terjadi secara tidak langsung, yang mana pada akhirnya makanan itu dapat diterima ataupun ditolak. Semua tergantung pada  lokalisasi proses industri yang disesuaikan dengan adat dan budaya setempat.

Penulis akan memaparkan sedikit mengenai asal usul budaya Minangkabau yang mempengaruhi ciri khas dari masakan Minang. Dalam sejarah Indonesia, suku Minangkabau merupakan bagian dari kelompok Deutro Melayu (Melayu Muda) yang melakukan migrasi dari belahan daratan Asia kurang lebih 500 tahun sebelum masehi. Diperkirakan alur penyebaran nenek moyang dari kelompok melayu muda ini, bermula dari daratan Asia, menuju Thailand , kemudian masuk ke Malaysia Barat, dan terus masuk menuju tempat-tempat di Nusantara. Maka dari itu wajarlah jika ada oknum tertentu di Malaysia, yang mengklaim bahwa rendang adalah produk asli mereka. Mungkin karena banyaknya etnis Minangkabau yang ada disana, terutama di Malaysia Barat. Dari Malaysia barat, masuk kearah Timur pulau Sumatera, menyusuri aliran sungai Kampar hingga tiba di dataran tinggi yang disebut negeri Periangan, dilereng Gunung Merapi. Sebagaimana yang dikisahkan dalam Tambo (sejarah mengenai perjalanan budaya Minangkabau), sejalan dengan perkembangan penduduk dan kelompok masyarakat ketika itu, nenek moyang etnis Minangkabau mencari tempat pemukinan penduduk dan menemukan tiga lokasi untuk perluasan yang disebut Luhak nan Tigo (darek). Tiap Luhak memiliki gunung dan pemukiman besar sebagai pusat Luhak.

Tigo (tiga) luhak itu yakni:
1. Luhak Agam, dengan pusatnya Bukittinggi terletak di bawah kaki gunung Singgalang.
2. Luhak Lima Puluh Koto, dengan pusatnya Payakumbuh terletak di bawah kaki gunung Sago.
3. Luhak Tanah Datar, dengan pusatnya Padangpanjang terletak dibawah kaki gunung Merapi.

Adat dan budaya pun semakin berkembang. Dari Luhak nan Tigo, berlanjut ke wilayah pesisir pantai pulau Sumatera. Kemudian datanglah bangsa Arab, India, Persia ke pantai barat Sumatera yang waktu itu menjadi pelabuhan alternatif perdagangan selain Malaka. Interaksi masyarakat pesisir pantai banyak terjadi dengan kedatangan pedagang-pedagang ini.

Dibidang kuliner, masyarakat membutuhkan makanan untuk kekuatan tubuh, yang diperoleh dari bahan makanan yang mengandung karbohidrat. Mereka menanam padi, memasak nasi, kemudian melengkapi dengan lauk pauk yang diperoleh dari binatang ternak yang dipelihara dan hidup di alam.

Resep dasar yang dapat menyeimbangkan antara cita dan rasa masakan diracik dengan menggunakan bumbu-bumbu yang mengandung khasiat tertentu. Cita rasa yang utama ditemukan pada masakan khas Minang adalah gurih dan pedas. Rasa gurih dan pedas tersebut diperoleh dari santan dan cabai merah yang banyak di konsumsi orang Minang. Rasa gurih dan pedas dapat dicampur dengan bahan baku apa saja. Misalnya bahan baku hewani , yaitu : daging sapi, ayam atau bebek, ikan laut, ikan tambak, termasuk telur ayam. Sementara sayurannya lebih banyak menggunakan kacang panjang, daun singkong, pakis, nangka, buncis, serta petai danjengkol.

Berikut adalah bumbu yang biasa digunakan dalam masakan Minang yang memegang peranan penting dalam setiap masakan. Unsur tradisional yang penting dalam setiap masakan itu adalah :

  • Santan: santan membuat makanan olahan apapun juga menjadi gurih dan legit. Sangat diyakini pengolahan makanan dengan menggunakan santan akan menghasilkan cita rasa yang luar biasa, seperti bangsa-bangsa Eropa yang menggunakan susu sebagai pencipta rasa gurih masakan.
  • Cabe: menghangatkan tubuh dan mengandung antioksidan. Dapat menangkal radikal bebas yang berasal dari lemak-lemak bahan baku makanan ataupun santan yang berpotensi mengandung lemak jenuh.
  • Pemanis masakan: bawang merah dan bawang putih. Di lain daerah, misalnya Jawa atau Sunda, mereka memasukkan gula sebagai penyedap masakan. Sedangkan pada masakan minang, tidak pernah menggunakan gula dalam setiap masakannya. Gula hanya digunakan untuk membuat kue saja.
  • Empat serangkai bumbu utama: lengkuas, serai, jahe, dan kunyit (di Minang disebut langkok-langkok). Bumbu ini mengandung khasiat obat untuk menetralisir gangguan pencernaan akibat penggunaan cabe merah atau hijau.
  • Pengharum masakan: daun kunyit, daun jeruk, daun salam, dan daun mangkok.

Orang Minang tidak pernah pelit dalam memasukkan bumbu dalam mengolah  sebuah masakan. Mereka meracik masakan dengan bahan dan bumbunya kental dan terasa pekat. Karena hal tersebut masakan Minang dapat menjadi masakan sederhana hingga menjadi masakan yang bercita rasa tinggi.

Beberapa masakan ada yang sulit untuk dicari atau ditemukan di rumah-rumah makan padang. Biasanya makanan tersebut dibuat pada acara-acara tertentu, yaitu:

1. Sambal Tokok Maco Baledang: Masakan super tradisional masyarakat murni Minangkabau (Bukittinggi, red). Bahan dasar dari cabe merah, garam, dan ikan asin tawar Baledang. Digiling sampai halus lalu ikan asin tawar baledang ditumbuk didalam cabe.

2. Sambal Uwok: Masakan ini biasanya dibuat dari air tajin nasi yang sudah di masak, lalu diletakkan di mangkok atau gelas, ditanak (dimasak) lagi bersamaan dengan nasi. Jadi, nasi masak, lauknya juga sudah langsung siap disajikan. Bahan dasar, cabe, ikan asin, garam, bawang, tomat sedikit.

3. Palai: Jika orang Sunda menamakannya buntil, maka orang-orang minang menyebutnya palai. Palai yang dikenal ada 2 jenis: Berbahan dasar kelapa digiling atau cabe merah semua, lalu diisi ikan teri tawar atau ikan asin gembung. Dibungkus dengan daun pisang, daun ubi, atau daun talas lalu dikukus kemudian di sangai.

4. Gulai Bukek: Gulai bukek sebenarnya sama dengan kuah sate padang yang sering ditemukan di kaki lima atau rumah makan padang. Bedanya dengan gulai sate padang, gulai bukek biasanya memakai cubadak (nangka muda) dan daging kambing. Gulai Bukek berbahan dasar dari beras yang ditumbuk, diberi bumbu secukupnya, lalu dimasak seperti membuat gulai biasa. Gulai bukek tidak menggunakan santan, cukup dengan air saja. Supaya lebih kental kuahnya, biasa ditambahkan lemak ke gulai. Pada zaman dahulu, di Bukittinggi, setiap ada perhelatan Baralek Gadang (pesta pernikahan), ada istilah yang terkenal untuk gulai bukek: Potong Kambiang, Cubadak Makan(ptong kambing, makan gulai nangka).

5. Pangek: Jika masakan Minang terkenal akan tahan lama, salah satu teknik supaya masakan masih awet dan bisa dimakan adalah teknik disangai. Kalau di Jogja, masakan seperti ini biasanya osengan nangka muda kering dan manis yang sering disajikan pada menu nasi gudeg. Masakan minang yang biasanya disajikan untuk menjadi pangek adalah gulai kacang panjang yang sering dipanaskan berkali-kali sampai kering kerontang.
Namun adapula  makanan yang familiar ada dimana-mana dan masih dapat kita temukan di restoran-restoran padang,  yaitu:
1. Masakan yang dibakar, yaitu : panggang ikan, panggang ayam, sate Padang
2. Masakan yang direbus dengan menggunakan cabe merah : asam padeh ikan, asam padeh daging atau kadang asam padeh ayam.
3. Masakan gurih dari santan : kalio daging/ayam, gulai ikan/udang/cumi, gulai telur, gulai nangka, gulai kacang panjang, gulai pakis, dll.
4. Rendang : utamanya berbahan dasar daging sapi.
5. Gulai itik : termasuk masakan asli minang yang berasal dari Nagari Koto Gadang. Masakan ini ditumis kemudian direbus dengan menggunakan cabe hijau.

Penyebaran budaya kuliner, diikuti dengan upaya pelokalan. Proses pelokalan masakan menjadi masakan khas Minang mungkin sama seperti pelokalan Islam di Minangkabau. Inilah yang mengakibatkan muncul berbagai jenis masakan di alam Minangkabau

Saling mempengaruhi dalam setiap ragam masakan Minang, merupakan hal yang biasa, seperti hasil suatu kebudayaan. Berbagai macam tradisi yang masuk dalam budaya kuliner berasal dari pengaruh asing seperti Arab, India, China, Eropa.

Adapun masakan hasil alkulturasi itu, adalah :
a. Slada Padang : yang aslinya berasal dari negeri Belanda yang kemudian diolah menjadi masakan yang bercita rasa minang.
b. Gado – Gado Padang : yang berasal dari cara pengolahan makanan mentah atau rebusan dari tanah Jawa.
c. Soto Padang : soto ini kemungkinan mendapat pengaruh dari sop yang dibawa dari benua Eropa, yaitu Belanda. Berisikan daging dan pergedel kemudian disiram cairan kaldu dengan unsur bumbu tradisional minang.
d. Masakan serba Mie : yang berasal dari negeri Cina.
e. Gulai bagar merah dan gulai putih : umumnya masakan ini dihidangkan pada perhelatan besar dalam rangka selamatan atau kenduri. Di negara asalnya, Jazirah Arab atau India masakan ini hanya menggunakan bumbu yang sangat sederhana yang terdiri dari bahan rempah-rempah, yaitu merica, kayu manis, buah pala, cengkeh dan garda munggu. Masakan itu kemudian masuk ke alam Minangkabau bersamaan dengan masuknya pengaruh asing, baik dalam rangka perdagangan ataupun penyebaran agama islam.
f. Karee: di Minang, jenis masakan karee diolah dengan menggunakan santan dibumbui – bumbu tradional Minang disertai rempah- rempah tadi. Sedangkan di tempat asalnya tidak menggunakan bumbu seperti yang digunakan pada bumbu tradisional Minang. Melainkan menggunakan minyak samin bersama rempah. (sesungguhnya rempah-rempah itu berasal dari Indonesia).

Tak tanggung-tanggung, masakan minang telah diakui kelezatannya dikancah Internasional.Hal ini dibuktikan dengan terpilihnya rendang khas Minangkabau ini sebagai makanan yang wajib dicicipi bila berkunjung ke Indonesia. Dalam majalah ASIA WEEK dalam rubrik ASIA’S BEST pada edisi tanggal 18 Agustus 2000 disebut rendang khas Minangkabau sebagai salah satu makanan terbaik di Asia dan juga sebagai masakan yang paling diingat oleh orang-orang asing dari mancanegara bila teringat akan Indonesia. Konon secara filosofi adat dan budaya Minangkabau, Rendang memiliki posisi terhormat dalam setiap hidangan.

Rendang yang terdiri dari 4 bahan pokok, mengandung makna, yaitu:

1. Daging sapi: sebagai bahan utama, pelambang Ninik Mamak (paman) dan Bundo kanduang (perempuan tua minang)  yang akan memberi kemakmuran pada anak pisang (kemenakan).
2. Kelapa: merupakan lambang Cerdik Pandai (Kaum Intelektual), yang akan merekat kebersamaan kelompok dan individu
3. Cabe: merupakan lambang Alim Ulama (ahli agama) yang lugas dan tegas untuk mengajarkan syarak (agama),
4. Bumbu: peran fungsional setiap individu dalam kehidupan berkelompok dan merupakan unsur yang penting dalam hidup kebersamaan masyarakat Minang.

Tak terhingga kalimat untuk menggambarkan kekayaan yang dimiliki oleh alam Minangkabau. Memiliki adat dan budaya yang sedemikian kuat. Didukung oleh alam yang indah dan kaya raya dengan hasil alamnya yang mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup manusianya.

Suatu fenomenal ketika kita sendiri, masyarakat Indonesia, tidak mencintai masakan Indonesia. Miris memang melihat masakan kita yang telah banyak di patenkan haknya oleh negara lain. Dan yang paling dilematis, dibalik kekecewaan itu kita masih saja memuja-muji masakan luar negeri yang kita rasa lebih bergengsi dari masakan Indonesia.

Kesalahan terdapat pada kita yang tidak bisa menjaga aset sendiri. Dan wajar pula beberapa pulau telah berhasil dikuasai negara tetangga. Dalih-dalih negara tetangga melakukan penyogokkan ke Mahkamah Internasional, yang faktanya adalah karena kita tidak peduli dengan bangsa ini. Dan wajar saja Mahkamah Internasional memutuskan untuk menyerahkan pulau-puau yang bermasalah itu ke negara tersebut. Itu semua dilakukan karena merekalah yang menjaga dan melakukan konservasi terhadap pulau tersebut, sementara kita tidak melakukan apa-apa.

Menurut saya berhentilah mejudge orang lain dan terlena akan Indonesia tempo dulu. Yang penting adalah sekarang terus melihat ke depan dengan “spion” pengalaman-pengalaman yang pahit dan yang manis. Semoga dengan begitu, kita akan lebih maju.

Dengan mendapat pengajaran dari negara-negara lain, semoga kia bisa mendapat hikmah dan lebih memerhatikan serta mencintai budaya Indonesia agar tidak direbut lagi oleh bangsa asing. Semoga pemaparan penulis bermanfaat dan dapat mendoktrin rasa nasionalisme yang masih terpaku jauh di dalam hati kita. Mulai dari sekarang, cintai dan peduliah terhadap budaya Indonesia.

diikutkan dalam lomba bango 2009

4 responses to “GELIAT MASAKAN MINANGKABAU DIKANCAH INTERNASIONAL

  1. erni

    membaca tulisan ini saya jadi lebih mengenal daerah asal. saya sendiri berdarah sumatera barat, tepatnya bukittinggi dan besar di bandung. semakin bangga menjadi orang minang:)

  2. Nurazizi

    Assalamualaikum. Pada tahun 1960an, Arwah nenek saya selalu menyediakan kerasak/ikan salai dan daging dendeng. Bagi saya itulah antara masakan minang yang istimewa selain daripada randang, bukek dan sambal uwok!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter Updates

Blog Stats

  • 27,434 hits
November 2009
M T W T F S S
« Oct   May »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30