Meminimalisasi Kekerasan

Semakin lama, masyarakat semakin brutal dalam menanggapi persoalan. Masalah yang kecil sering dibesar-besarkan sehingga bentrok atau perkelahian sering terjadi. Dan yang sedang marak adalah kekerasan yang dilakukan oleh massa (banyak orang atau sekelompok orang). Perlu dicurigai apa motif dibalik kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang ini. Apakah benar kekecewaan kepada suatu lembaga atau ada tindakan provokatif dibalik semua ini?

Kekerasan yang terjadi sering dipicu oleh dua faktor yaitu etnis dan agama. Hal ini wajar untuk negara demokrasi seperti Indonesia karena kita mempunyai enam agama dan berbagai macam suku bangsa dari Sabang sampai Merauke. Kekerasan yang menyangkut etnis atau agama ini mudah sekali dikompori. Padahal kita sudah jelas menganut sistem demokrasi. Di dalam Undang-undang Dasar 1945 pasal 28 (I) diterangkan bahwa setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat deskriminatif itu.  Namun kita juga tak dapat menyalahkan masyarakat karena mereka yang bentrok adalah mereka yang  berpendidikan rendah.

Adapun beberapa upaya yang dapat dilakukan sebagai solusi masalah kekerasan massa ini  diantaranya dengan peningkatan kualitas pendidikan, membuka lapangan pekerjaan, penegakkan hukum, dan peran media massa.

Pertama, upaya peningkatan aspek pendidikan. Masyarakat Indonesia sedang mengalami patologi social yang amat kronis. Bahkan sebagian besar pelajar dan masyarakat kita tercabut dari peradaban eastenisasi (ketimuran) yang beradab, santun dan beragama. Di samping itu pendidikan yang diberikan hanyalah untuk meningkatkan IQ (intelegence quetiont) dan EQ dan SQ tergadai. Oleh sebab itu, perlunya eksistensi SQ yang harus terintegrasi dalam target peningkatan IQ dan EQ siswa. Dengan menanamkan SQ dan EQ, kita dapat menekan masalah sosial dan masalah-masalh yang timbul di Indonesia. Pendidikan diperlukan bukan hanya untuk menjadikan generasi Indonesia pintar, tetapi yang paling penting adalah untuk menanamkan moral.

Kedua, membuka lapangan pekerjaan. Dengan membuka lapangan pekerjaan kemiskinan dapat teratasi. Bila masyarakat kita tidak miskin, pastilah rakyat tidak berpikiran ‘apapun akan kulakukan demi uang’. Tanpa kita sadari, kemiskinan sering dimanfaatkan oleh elit politik untuk mengadu domba. Dengan memberikan sejumlah uang kepada demonstran, mereka dapat bertindak anarkhis, meski demi satu bungkus nasi.

Ketiga, penegakkan hukum dan peran media massa  Lemahnya penegakan hukum dan pertikaian elit bangsa yang sering kali ditayangkan di media massa menjadi pemicu kekerasan. Kekecewaan masyarakat juga berasal dari penegakkan hukum yang seperti ‘kincir angin’. Kemana angin bertiup, kesitulah arah kincir berputar. Penegakkan hukum di negara kita masih sangat lemah. Contohnya saja kasus terpidana korupsi, dimana banyak pidana korupsi yang diberikan grasi dari presiden. Padahal presiden sendiri mengatakan tidak ada ampun untuk korupsi. Teori Kultivasi yang dicetuskan oleh G. Gerbner, mengatakan bahwa televisi merupakan suatu kekuatan yang secara dominan yang dapat memengaruhi masyarakat modern. Jadi apa yang mereka lihat di televisi, yang cenderung banyak menyajikan acara kekerasan adalah apa yang mereka yakini terjadi juga dalam  kehidupan sehari-hari. Akibatnya, munculah masyarakat yang memilih melibatkan diri dengan kekerasan dan masyarakat yang apatis dengan kemampuan hukum dan aparat yang ada dalam mengatasi berbagai tindakan kekerasan. Disinilah peran media massa untuk menanamkan nilai-nilai moral kepada masyarakat.

Pada akhirnya, kerjasama dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk menekan kekerasan massa ini. Baik dari pemerintah, media massa, maupun masayarakat sendiri.

Artikel ini dimuat pada Koran Seputar Indonesia  edisi Senin, 11 Oktober 2010, rubrik suara mahasiswa dan okezone.com : http://kampus.okezone.com/read/2010/10/11/367/381139/meminimalisasi-kekerasan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter Updates

Blog Stats

  • 27,434 hits
October 2010
M T W T F S S
« May   May »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031