“Ospek Kampus, Apanya yang Salah?”

          Tradisi ospek sebenarnya bermula di Universita Cambridge, Inggris. Mahasiswa di kampus ini mayoritas berasal dari anak bangsawan Inggris yang borjuis karena itu mereka terkenal liar dan tidak mengindahkan peraturan. Maka dari itu, pihak pengelola universitas mengadakan perombakan dimana setiap mahasiswa yang masuk harus melewati masa ospek untuk memberikan pelajaran kepada anak-anak bangsawan agar tidak ugal-ugalan dan patuh terhadap peraturan.
          Mari kita luruskan dulu tujuan dari ospek. Ospek selalu dilakukan sebelum memasuki sebuah institusi pendidikan. Bertujuan memperkenalkan cara-cara yang harus dikerjakan oleh mahasiswa baru untuk pelaksanaan kuliah di kampus dan mengikat tali persaudaraan antarmahasiswa. Permasalahan yang dihadapi sekarang adalah seringnya terjadi penyimpangan (kekerasan) yang membuat ospek menderita.
          Saya sendiri tidak setuju bila ospek dikatakan sebagai ajang pembodohan karena ospek itu penting. Yang salah pada ospek ini ialah kontrol dan kontennya. Dosen sebagai orang terdekat dari mahasiswa harusnya lebih memperketat peraturan ospek.  Sewaktu mengonssep konten-konten ospek, ada baiknya dosen juga ikut dalam mengonsepkan atau bisa juga dengan dosen memperketat kegunaan konten-konten tersebut.
          Konsep militeristik acapkali dimasukkan dalam ospek yang seakan menjadikan ospek sebagai penyalur bakat militeristik. Sebetulnya kita bisa saja memasukkan konsep militer ini karena militer mengajarkan kita untuk disiplin. Tapi, harus diperhatikan siapa pengajarnya. Bagaimana mungkin, orang yang tak terjun di militer mengajar tentang militer. Jika mau, datangkan saja TNI yang memang sudah tau tentang militer, jadi militer kita bukan militer abal-abal.
          Masalah kedua yang sering timbul pada ospek ialah ‘senior’ yang gila hormat. Mereka beranggapan mereka akan eksis dengan adanya ‘senior-senioran’. Padahal, mereka akan dikenal sebagai orang yang antagonis disana. Dan akibatnya, selepas ospek tak jarang cap itu tertempel pada senior tersebut, sehingga mahasiswa tidak mendapatkan rasa kekeluargaan yang biasanya menjadi tujuan ospek.
          Tujuan ospek yang selalu terngiang-ngiang dibenak kita ialah ajang untuk mengakrabkan, baik sesama maba, maba terhadap senior maupun maba terhadap gurunya. Nah, pada ospek yang biasa kita lihat, pendekatannya hanya dilakukan oleh maba. Mabalah yang harus mengetahui senior-seniornya. Sebetulnya cara ini bisa dibaurkan, dengan keterbukaan tangan yang lapang dari senior terhadap  mabanya. Bagaimana punorang baru pasti akan lebih kagok dan disanalah peran senior untuk menghangatkan suasana.
          Di jurusan saya sendiri (jurnalistik), ospek lebih dituntut kepada tugas-tugasnya. Tampaknya ospek yang ‘mengasab’orang tak lagi musim di jurusan saya. Jadi kita diberikan tugas sebanyak-banyaknya dan harus diselesaikan dengan deadline yang ditentukan. Tugas yang diberikan beragam, ada tugas individu dan ada tugas kelompok. Namun, yang mendominasi adalah memang tugas kelompok. Dengan desakan deadline, yang membuat kita tertekan, secara tidak langsung kita memunyai kepanikan bersama. Bagaimanapun kita haru menyelesaikan tugas bersama-sama, disanal akan timbul kekompakkan diantara kita.
          Pada akhirnya, saya menyetujui ospek. Namun, perlu peraturan yang jelas tentang ospek ini. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan PP No. 30 Tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi tidak ada yang memuat tentang ospek. Aturan yang mengikatnya hanya keputusan menteri dan itu pun mudah dilanggar. Artinya, ospek tidak menjadi bagian strategis dalam proses pendidikan. Jika benar ingin mempertahankan ospek, maka peraturan yang jelas dan ketat akan sangat diperlukan.
Diskusi Think Tank, April 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter Updates

Blog Stats

  • 27,434 hits
May 2011
M T W T F S S
« Oct   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031