Leadership Talk 2012 Ambil Peran, Jangan hanya Nonton !

“Anda punya kesempatan  untuk melakukan apa yang ingin Anda lakukan. Dan yakinlah,” tutur Kemal A. Stamboel pada acara Leadership Talk 2012 di Aula Timur Institut Teknologi Bandung (18/2).  Anggota Komisi XI DPR RI ini melanjutkan, “ Selama Anda membangun passion tinggi, insya Allah Anda pasti bisa.”

Acara yang dilaksanakan PPSDMS ini bekerjasama dengan BEM KM ITB, BEM Kema Unpad, GAMAIS ITB, dan FKDF Unpad. Lebih-kurang 300 orang mahasiswa se-Bandung Raya datang melalui seleksi via email.

Sesi pertama diisi oleh Muchamad Ihsan sebagai penulis buku sukseskan mudamu, Fajrin Rasyid sebagai lulusan ITB ber-IPK 4.0, dan Ahmad Zacky sebagai pengusaha multimedia.

Menurut Fajrin Rasyid, akademik, organisasi, dan prestasi itu harus seimbang dan beriringan. Ia pun memiliki prinsip ABG. “Jadilah Mahasiswa ABG. Akademik oke, berorganisasi dan berprestasi, serta gaul,” ucapnya

Banyak orang yang berpatokkan apa yang kita pelajari saat ini, itulah kita nanti. Padahal kesuksesan karir ditentukan oleh apa yang kita sukai (passion). Kita bisa menjadi apa saja terlepas dari keilmuwan yang kita punya.

Keilmuwan yang kita geluti saat ini, tidak selalu menjadi batu loncatan kesuksesan kita kedepannya. Kemal Stamboel dalam dalam sesi “People Mission Leadership” mengatakan, “Yang penting passion (gairah) dan believe (percaya).”

Ia menggenjot semangat mahasiswa yang berada di Aula saat itu dengan memaparkan fakta-fakta yang akan terjadi pada negara-negara maju. Selain terjadinya krisis di Eropa saat ini, pada 2025 nanti Indonesia memiliki penduduk muda terbesar di dunia yakni 60%.

“Siapkan diri kita dari sekarang, agar di masa depan kita yang mengambil peran-peran kepemimpinan. Bukan hanya sekadar menjadi penonton,” lontarnya. Maka sudahkah kita mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin dunia?

Di sesi lain Presiden General Electric (GE) Indonesia, Dr. Handry Santriago, pun berpendapat sistem pendidikan Indonesia belum mampu menjawab pertanyaan “why” karenanya sikap kritis orang-orang Indonesia masih jauh tertinggal. Kita harus selalu bertanya “mengapa” untuk mendapatkan jawaban yang lebih dalam. “ ‘Why’ akan membuat Anda mengetahui diri dan membandingkan diri Anda.”

Ia mengatakan didikan Indonesia sekarang banyak mempertanyakan “who”. Makanya, banyak infotainment di Indonesia. Indonesia menjadi negara pemakai facebook dan twitter terbanyak. Sudah saatnya kita bertanya “mengapa”. Lalu, hal lain yang lebih penting selain why ialah why not (kenapa tidak). “Pemikiran why dan why not menjadikan kita lebih detail dan kritis sehingga muncullah ide-ide cemerlang.”

Kepada pemuda Indonesia Dr. Handry berpesan agar banyak membaca. “Membaca, membaca, membaca adl kunci utk kita bisa berpikiran terbuka,” tungkasnya.

Pada sesi Pemuda Kreatif Kontributif Ridwan Kamil mengisi sebagai pembicara. Ridwan Kamil dikenal sebagai sosok pekerja arsitektur kreatif. Karyanya banyak dihasilkan di berbagai negara seperti di Singapura, Thailand, Bahrain, Cina, Vietnam, Uni Emirat Arab dan tentu saja di Indonesia.

Selain itu, ia juga dikenal sebagai seorang yang peduli terhadap lingkungan sosial dengan mendirikan komunitas-komunitas unik dan kreatif. Ketika salah seorang mahasiswa bertanya bagaimana ia bisa mendirikan banyak komunitas, ia menjawab, “Sebelumnya mandirikanlah diri sendiri. Dengan begitu kita akan bisa mengatur waktu, barulah bisa ikut kegiatan sosial.” Agar memiliki waktu luang yang banyak, tentu kita harus memiliki pekerjaan yang tidak dipatok waktu dan wirausahalah jawabannya.

Dengan berwirusaha, ia bisa menyisihkan 30% waktunya sehingga ia bisa membuat kegiatan sosial Bandung Creative City Forum dan Indonesia Berkebun. Komunitas yang ia buat, tak lepas dari dukungan banyak orang. Menurutnya, hobi berkumpulnya orang Indonesia dapat dikolaborasikan dan  menjadi modal untuk produktif.

Orang-orang yang setuju dengan gagasannya sering ia temukan lewat media sosial. “Di Indonesia, internet digunakan untuk perubahan. Manfaatkanlah!” tuturnya. Dalam menggaet orang-orang yang setuju dengan gagasannya, ia memiliki tips, “Matangkan gagasan, matangkan konsep sehingga Anda akan banyak pengikutnya.”

Perubahan tidak bisa ditunggu. Ia harus dijemput. Maka lakukanlah perubahan dengan apa yang gampang. Lakukan perubahan dengan apa yang Anda bisa!

 

diterbitkan Pikiran Rakyat edisi 23 Februari 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter Updates

Blog Stats

  • 27,434 hits
February 2012
M T W T F S S
« May   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829