Metode Asy-Syaamil: Belajar Al-Qur’an Sambil Bergerak dan Bernyanyi

Gambar

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Al-Bukhari)

Dilatarbelakangi masih banyaknya jumlah umat Islam yang masih memerlukan pembinaan ke-Islaman, khususnya Al-Qur’an maka kebutuhan akan tenaga pengajar Al-Qur’an menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan.

Tenaga pengajar Al-Qur’an seharusnya dilahirkan oleh program-program training dan pembelajaran yang berkualitas. Hal itu mengharuskan tenanga pengajar memiliki kemampuan dalam mengajarkan kembali materi-materi dan pembelajaran tilawah Al-Qur’an.

Maka pada (24/1) diadakanlah program training for trainer metode Asy-Syamil. Pada Sekolah Madani yang terletak di Jalan Terusan Pesantren nomor 102 Arcamanik itu diadakanlah pelatihan untuk umum. Peserta yang datang ialah dari DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Menurut Agus Kurniawan, koordinator Episentrum pusat, pelatihan ini berguna dalam menyebarkan Al-Qur’an beserta nilai-nilainya pada masyarakat. Selain itu, belajar Al-Qur’an  pada metode Asy-Syaamil ini materinya disederhanakan sehingga mudah dan menyenangkan dalam memelajarinya. Sesuai dengan motonya “mudah dan menyenangkan”.

“Ada empat prinsip belajar pada metode Asy-Syamil ini di mana suara harus lantang, badan digerakkan, dengan bahasa hati, dan melantunkan irama baca,” tutur Yudi Imana, trainer Asy-Syaamil.

Pada metode Asy-Syaamil ini dilakukanlah 3 kali check-up tilawah di awal, di tengah, dan akhir. Hal itulah yang membuat peserta memenuhi target pelatihan. “Sangat jarang yang gak bisa, 99,9% metode Asy-Syaamil berhasil diterapkan,” lanjutnya.

Metode Asy-Syaamil berbeda dengan metode mengaji lainnya. Pada metode Asy-Syaamil huruf yang diajarkan bukan dari huruf alphabet, tetapi dari tempat keluarnya makhraj huruf. Hal itu mempermudah pengucapan dan membiasakan agar pengucapan keluar dari tempat yang benar.

“Metodenya bagus dan jelas. Saya memerlukan program ini karena masih perlu belajar, jadi membantu untuk ilmu-ilmu tajwid yang saya belum bisa,” tutur Nevi Budima, salah satu peserta yang berprofesi sebagai wirausaha.

Selain itu, Asy-Syaamil sendiri memiliki produk Al-Qur’an yang bernama “Miracle The Rerences”. Al-Qur’an ini memiliki alat sensor yang dilengkapi bulpoin dan ketika bulpoin itu diletakkan di salah satu ayat, dia akan membunyikan bacaan ayat itu.

 Program Asy-Syaamil sendiri terdiri atas berbagai program, di antaranya training for trainer, training motivation, dan privat. Meskipun masih 3 bulan berdiri, pelatihan Asy-Syaamil sudah membuka 20 titik cabang di Sumatera dan Jawa.

Pada training motivation sudah 5 kali pelatihan berbagai institusi pemerintahan dan perusahaan. Sementara, training for trainer ini perdana dilaksanakan di Arcamanik ini. Sasaran training for trainer ini sendiri ialah pembelian produk, membuka mitra Asy-Syaamil, dan belajar Al-Qur’an.

             

“Pelatihan ini memang tujuannya dua, yaitu sebagai sarana belajar sekaligus berniaga,” ujar Dikdik Kurniadi, Manager Cabang Bandung. Selain itu, target Asy-Syaamil kedepannya membuka cabang di semua daerah di Indonesia. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter Updates

Blog Stats

  • 27,434 hits
January 2013
M T W T F S S
« Feb   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031