Reading Light: Bacaan Impor Ada di Bandung

Gambar

Terletak di jalan Siliwangi nomor 16 Bandung, terdapat satu tempat baca yang sederetan dengan kios-kios lainnya, ialah Reading Light. Reading Light ini buka setiap hari kecuali Senin, mulai pukul 10 siang sampai pukul 9 malam.

Buku yang dijual di sini kebanyakan adalah buku bacaan populer dan novel. Selain itu, buku yang dijual  mayoritas buku yang menggunakan bahasa Inggris karena kebanyakan buku impor. Buku-buku itu didatangkan dari Inggris, Perancis, Jepang, Belanda, dan sebagainya.

Buku yang dijual bukan buku baru, tetapi second hand yang masih berkualitas. Harganya pun bermacam-macam mulai dari 30 ribu sampai dengan ratusan ribu pun ada. Tergantung kualitas dan jumlah peminat.

Uniknya, disediakan tempat membaca bagi pengunjung yang dilengkapi sofa dan meja. Kafe ini juga dilengkapi wi-fi, jadi jangan khawatir bila Anda ingin mengakses internet. Anda pun dapat membaca buku seharian penuh di sini meskipun tidak jadi membelinya.

 Reading Light ini juga dilengkapi coffe corner . Bila ingin berlama-lama di sini Anda bisa sambil santap siang atau malam. “Untuk kopi yang terkenal di sini brulle coffe mbak. Jadi bisa baca sambil makan juga di sini,” tutur Novi Lubis, salah seorang petugas reading light.

 

Novi sendiri menceritakan kisah uniknya pernah beberapa bulan yang lalu seorang perempuan Jepang setiap hari datang ke sini. “Dia ngambil buku ‘kan. Setelah itu mesan kopi dan makanan. Habis makan tidur di mejanya,” ujarnya.

Banyak buku yang ada di sini sekitar  2000 buku. Buku-buku yang datang umumnya setiap tahun ajaran baru, sekitar Juni-Juli. Sebulannya ada 200 buku yang terjual.

Pengunjung sendiri datang dari berbagai kalangan, dari mulai pelajar SD sampai kepada yang sudah kerja. Meskipun demikian, kebanyakan pengunjung atau pembeli adalah mahasiswa di sekita reading light ini. Di antaranya, Institut Teknologi Bandung, Universitas Parahyangan, Universitas Maranatha, dan Universitas Pendidikan Indonesia.

Selain tempat penjualan dan baca buku, di Reading Light ini juga terdapat klub menulis. Biasanya memiliki peserta 6-7 orang. “Jadi klub nulis itu ada setiap Sabtu mulainya setengah lima sampai jam tujuh. Pesertanya dari pelajar SMA sampai kepada yang sudah kerja,” tutur Novi Lubis yang juga bekerja di reading light.

Salah seorang pengunjung, Riyen Herdiyanti, mengetahui Reading Light karena ada bazaar buku di kampus. Waktu itu ada stan Reading Light yang mempromosikan banyak buku menarik. Menurutnya tempat baca di Reading Light bagus, nyaman, dan memiliki fasilitas yang lengkap.

Hal serupa juga dianggukkan oleh Shofa, “Menurutku ya, tempatnya tenang dan nyaman banget untukk membaca,” ujarnya. (mj02-Suci Amelia Harlen)

 Gambar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter Updates

Blog Stats

  • 27,434 hits
January 2013
M T W T F S S
« Feb   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031