Suga Rush: Kongkow Asik Sambil Makan Enak

Gambar

Pertam-tama pasta direbus sambil semua tumisan (bawang putih-bawang merah-jamur) digoreng. Di dalam gorengan itu juga dimasukkan tumisan daging sapi. Tak berapa lama pasta yang direbus tadi dimasukkan ke dalam panci penggorengan. Lalu dicampur dengan daun basil yang berwarna hijau, sehingga jadilah sebuah spaghetti bak diberi cabe hijau yang menggugah selera, Pasta Pasto.

Demikianlah proses memasak salah satu makanan favorit di kafe tersebut, Pasta Pasto. Selain pasta, kafe ini menunjukkan lagi kepada Republika cara membuat Redvelfet cake dan minuman Greentea.

Berjalan di jalan Braga, Anda akan melihat salah satu kafe yang tak jauh dari Braga City Walk, ialah Suga Rush. Dari luar kita sudah tampak isi dalam kafe ini karena pintu dan jendela dari kaca transparan.

Di dalam kafe tersebut juga terdapat open kitchen (dapur terbuka) untuk minuman, sehingga kita dapat melihat koki-koki sedang meracik minuman. Ketika masuk Anda langsung disambut dan disapa oleh pelayan.

Suga Rush sendiri bukan berarti gula, tetapi kata ini tiba-tiba tercetus saja dari pemilik kafe. Kafe ini berdisi sejak Desember 2011 dan  buka mulai pukul 10 pagi sampai pukul 11 malam. Setiap Minggu, pada kafe ini membuka nonton bola bersama.

Di dalam kafe juga terdapat pula barang-barang antik. Di antaranya lampu hias antik yang digantung dan dijual berkisar 3-10 juta rupiah.

Pada menunya, Suga Rush memiliki menu Indonesia dan menu Eropa. Pada menu Indonesia Anda dapat memakan Nasi Goreng, Sate Ayam, Ayam Bumbu Rica, Ayam Bumbu Bali, dan banyak lagi.  Sementara pada menu Eropa, Anda dapat memakan spagheti dengan bermacam saus, pasta, churros,  disertai bermacam minuman.

Menu lainnya pada  Suga Rush yaitu kue. Kue yang dijual seperti rainbow cakes, red velvet vakes, cheese cakes, pancake, dan lainnya. Menurut Yoga, kue favorit sekarang adalah bluberry cake.

Gambar

Meskipun di Braga banyak turis asing yang mengunjungi, tetapi masakan asli Indonesia lebih diunggulkan Sugar Rush. “Kami ingin mengenalkan masakan tradisional Indonesia ke bule,” tutur Yoga Nugraha, manager Suga Rush.

“Konsep Suga Rush sendiri memang cozy untuk penikmatnya. Target di sini anak muda untuk kongkow. Meskipun di sini banyak bule,” lanjut Yoga. Dalam sehari ada 800 pengunjung yang mendatangi Suga Rush dan pada weekend lebih dari 1000 pengunjung.  

Tidak hanya menjual makanan, Suga Rush juga membuka kelas memasak per 4 bulan. Dengan 100 ribu per hari, Anda sudah dapat mempelajari masakakan Eropa dan mendapat sertifikat memasak. Masakan yang diajarkan di antaranya pizza, pasta, dan pan cake.

 

Sally Ginanti, salah satu pengunjung yang juga mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia, mengaku suka makan di Suga Rush karena tempatnya yang nyaman. “Tempatnya cozy dan kalau di sini dessert-nya memang favorit. Kalau saya suka makan macaroni dan redvelfet cake,” tuturnya. (mj02-Suci Amelia Harlen)Gambar

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter Updates

Blog Stats

  • 27,434 hits
January 2013
M T W T F S S
« Feb   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031