Calon Gubernur Jawa Barat = Sinterklaas

 

BANDUNG- Universitas Pasundan bersama dengan akademisi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat, Panitia Pengawas Pemilu (Jawa Barat), dan tokoh masyarakat mendiskusikan “Pemilihan Gubernur dan Masa Depan Jawa Barat”. Pada diskusi terbatas ini dibahaslah figure calon-calon gubernur dan masyarakat yang masih belum melek politik. Diskusi terbatas ini diselenggarakan di Universitas Pasundan Jalan Setia Budi Bandung, Senin (18/2).

             Dr. Yaya M. Abdul Aziz, M.Si, dosen Unpas sekaligus moderator diskusi terbatas ini membuka wacana bahwa dalam kampanye Pilgub Jawa Barat ada semacam apatisme. Menurut data yang ia peroleh, dari 32 juta orang yang memiliki hak suara, 30-40 % tidak akan memilih (golput). “Bila pemilu ini hanya satu putaran, yang terjadi, pemilih hanya berkisar 7 juta orang,” ujar Yaya.

            Menurutnya, kapabilitas calon gubernur Jawa Barat masih belum memenuhi harapan. “Kita khawatir kampanye yang dilakukan melahirkan pemimpin yang mahal. Pada akhirnya aka nada efek balik kepala daerah masuk penjara,” tuturnya.

            Keberadaan dan figur pemimpin seperti Jokowi menarik. Meskipun Jokowi dianggap tidak banyak memberi perubahan, tetapi ia dapat menjadi figur pemimpin. Kampanye kali ini dinilai lebih banyak blusukan ke pasar-pasar karena para calon ingin terlihat merakyat,

            Prof. Dr. H. Samugio Ibnuredjo, pakar politik dari Universitas Padjadjaran menuturkan gubernur yang dibutuhkan ialah yang dapat menghubungkan provinsi dan daerah, bukan gubernur yang serba tau semua masalah. “Gubernur itu hanya sebagai koordinat yang menghubungkan pusat dengan daerah. Dia hanya punya wilayah,” ungkap Samugio.

            Menurut Sumigio, masyarakat tidak perlu lagi memilih kepala daerah secara langsung. Hal ini sebetulnya termaktub di dalam Pancasila, sila keempat. “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan”.Kata perwakilan sebetulnya sudah diwakilkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Maka dari itu, cukup DPR sajalah yang memilih kepala daerah agar tidak keluar lagi biaya yang besar.

            Fenomena lainnya, persoalan pemilihan kepala derah memerlihatkan seorang kepala daerah tidak perlu berpendidikan tinggi. Namun yang terpenting ialah dikenal masyarakat. 

            Sayangnya, memilih dan tidak memilih di Indonesia memiliki posisi yang sama. “Di Indonesia, orang yang tidak datang ke TPS tidak diberi hukuman. Kalau di Australia di denda USD 20.000,” ungkap Dr. Affan Sulaeman, pakar politik dari Universitas Padjadjaran. Hampir sama dengan Yaya, Affan berpendapat pemilihan gubernur Jawa Barat hanya akan melibatkan 65-70% masyarakat.

            Affan menilai, semua calon gubernur Jawa Barat memiliki visi-misi yang abstrak. “Kalau sekarang visi-misi utamanya berdasarkan kasihan, bukan kewajiban. Lebih mirip sinterklas,” ujarnya. Ia menuturkan perilaku politik orang Sunda ialah diadik. Diadik maskudnya melindungi anak buah, tetapi anak buah mencari keuntungan dari pemimpin.

            Berdasarkan janji-janji yang diberikan calon gubernur, sangat tidak memungkin dapat terpenuhi karena APBD yang terbatas. “Berdasarkan perhitungan hanya 25% dari APBD yang dapat dialokasikan untuk rakyat. Dengan banyaknya keinginan cagub dalam janji-janjinya, itu akan sulit mengelola uangnya,” kata Affan.

            Dr. (HC) Tjetje H. Padmadinata, salah satu tokoh Jawa Barat mengatakan dalam proses pencalonan calon gubernur tidak ada konsultasi publik. Hal ini sangat ia sayangkan karena minimal calon yang diangkat dikonsultasikan dulu kepada tokoh masyarakat. Ia berkesimpulan,  “Jawa Barat butuh orang kuat,” tuturnya. (mj02-Suci Amelia Harlen) 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter Updates

Blog Stats

  • 27,434 hits
February 2013
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728