Roy Suryo: “Dalam Olahraga Cuma Ada Merah-Putih”

Foto: Suci Amelia Harlen

Roy Suryo (Menpora RI), Dada Rosada (Wali Kota Bandung), dan Prof. Akhmaludin (Rektor ITB)

BANDUNG- Kisruh PSSI dan KPSI akhirnya mereda. Pasalnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Drs. Roy Suryo Notodiprojo, M.Sc sudah mempertemukan dua tokoh tersebut, yakni Djohar Arifin Husin dan Nirwan Bakri. Dua organisasi ini telah berkomitmen akan menyatukan pemain sepak bola pada pertandingan melawan Arab Saudi mendatang. Selain itu, cabang bulu tangkis yang dikhawatirkan akan dihapuskan dari Sea Games, sudah dipastikan dapat berlaga pada Sea Games mendatang.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Drs. Roy Suryo Notodiprojo, M.Sc memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Intstitut Teknologi Bandung. Di dalam kuliah umum yang berjudul “Memajukan Peran Pemuda dan Olahraga di Indonesia” ini Roy memaparkan kebijakan-kebijakan yang akan dilakukannya sebagai Menpora.

Pada pasal 12 ayat 1 Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) dikatakan bahwa pemerintah memiliki tugas menetapkan dan melaksanakan kebijakan serta standarisasi bidang olahraga dan nasional. Dengan hadirnya pasal tersebut, membuat Kemenpora harus memastikan tidak akan diam bila ada masalah.

Di dalam kuliah umum tersebut, Roy Suryo memperlihatkan data peringkat prestasi Indonesia di kancah dunia. Pada Sea Games tahun 2011 berada pada peringkat satu, sedangkan pada Olimpic Games tahun 2012 Indonesia berada pada peringkat 63.

Meskipun baru  45 hari menjabat, ia menuturkan sudah memertemukan Ketua PSSI dan KPSI. Di dalam pertemuan itu dua organisasi telah sepakat menjadi induk organisasi olahraga. “Dulu orang-orang takut sama dua orang ini. Kalau saya takutnya cuma sama Allah,”tuturnya.

Permasalahan PSSI dan KPSI dulu menurutnya terkunci karena masalah politik. Padahal menurutnya, seorang menteri tidak boleh memikirkan partai. “Dalam olahraga itu cuma ada warna merah-putih. Seharusnya menteri tidak usah mikir warna,” ucapnya.

Di dalam pertemuan tersebut Roy Suryo mengatakan pada 17 Maret nanti akan kongres kembali dengan PSSI dan KPSI. Kemudian ia juga meyakinkan pada 23 Maret (Indonesia vs Arab Saudi) nanti semua pemain ISL (Indonesia Super League) dan  IPL (Indonesia Premier League) akan turut bermain. “Memang 3 minggu jarak kongres dan kompetisi, tetapi itu kan protoker normal. Kalau kita pakai protokoler darurat. Kita telepon FIFA-nya biar bisa main langsung,” ungkapnya.

Posisi bulu tangkis pada Sea Games mendatang yang akan diselenggarakan di Myanmar memang sempat menjadi kekhawatiran. Hal itu karena beredar isu olahraga bulu tangkis tidak dipertandingkan. Namun, setelah mengirimkan utusan dari Indonesia, sudah dipastikan bulu tangkis dan tenis meja akan berlaga dalam pertandingan. Olahraga unggulan Indonesia yang tidak masuk hanyalah tenis meja dan tarung drajat.

Posisi bulu tangkis pada kancah dunia terancam dihapuskan. Meskipun demikian, masih ada cara agar dapat mematenkan pertandingan bulu tangkis pada olimpiade. “Sekarang ada salah satu orang Indonesia yang menjadi kandidat presiden WWF. Kalau sudah menjabat di WWF, pertandingan badminton bisa dipatenkan di olimpiade,” tutur alumni Universitas Gadjah Mada ini.

Ganti kepala, ganti kebijakan tidak akan dilakukan Roy Suryo. Ia mengaku akan meneruskan kebijakan menteri-menteri sebelumnya. Selain itu, ia juga sudah melakukan audit di Kemenpora.

Selain memberikan kuliah umum, Roy Suryo juga turut meresmikan Laboratorium Uji Dopping satu-satunya di Indonesia yang terletak di ITB. Ia menjelaskan Indonesia sudah pernah menandatangani komitmen anti-doping di Copenhagen, Denmark pada 3-5 Maret 2003.

Laboratorium Uji Dopping ini sudah sejak 2006 ingin didirikan. Namun, pada 2011 baru dapat mendirikan laboratorium dan pada akhir tahun 2012 pembangunannya sudah selesai. Pendirian laboratorium ini menurut Roy Suryo bertujuan agar Kemenpora, KOI, dan KONI dapat menjadi tuan rumah berbagai acara tingkat regional dan internasional.

Institusi pendidikan dipilih karena dinilai lebih tertib dalam pengelolaannya. Selain itu Rektor ITB, Prof. Akhmaloka, Ph.D, mengatakan,“Kita ingin menyukseskan prestasi olahraga kita, berprestasi tanpa dopping.”

Dalam peresmian tersebut turut hadir Wali Kota Bandung, Dada Rosada. Dada berharap dengan adanya laboratorium dapat mengurangi ketergantungan bangsa Indonesia terhadap luar negeri. “Mudah-mudahan ITB mampu menambah fairness atlet dan mampu bersaing dengan laboratorium internasional,” ujarnya.

Atlet-atlet Indonesia yang akan berkompetisi nasional maupun internasional sebelumnya harus memberikan sampel kepada laboratorium uji dopping di Malaysia atau Thailand. Laboratorium ini menghabiskan biaya 100 miliyar dan hanya terdapat 35 Laboratorium Uji Dopping di dunia. (mj02-Suci Amelia Harlen)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter Updates

Blog Stats

  • 27,434 hits
February 2013
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728