Penanganan Konflik Jadi Topik Polisi Jawa Barat

BANDUNG- Polisi Daerah Jawa Barat mengadakan “Seminar IImu Kepolisian dan Profesionalisme POLRI dalam Penanganan Konflik Melalui Mediasi dan Negosiasi” pada Hotel Horison Jalan Pelajar Pejuang Nomor 45. Seminar yang diadakan Kamis (28/2) itu menghadirkan empat pakar dari psikologi, hukum, komunikasi, dan antropologi.

Prof. Dr. Bachtiar Aly, MA, Guru Besar Fisip Universitas Indonesia dan Penasehat Kapolri mengenai peran media massa. Mengatakan pengendalian media massa di dunia massa hanya dikuasai oleh beberapa orang. Oleh karenanya, perlu Polri menjalin hubungan dengan media massa.

“Jika ada kinerja polisi tidak bagus silahkan datangi pemilik media. Masa polisi yang ngegebukkin saja yang dimasukkan. Kinerja polisi dan prestasi semestinya juga diliput,” tutur Bachtiar. Selain itu, konflik adalah yang paling banyak dieksploitasi media massa dan hal ini tentunya amat dekat dengan tugas polisi.

Pakar hukum dari UI, Prof. DR. Asep Warlan Yusuf, SH.,MH, mengatakan cara paling mudah mengatasi konflik yakni dengan musyawarah, “Banyak peluang polisi menyelesaikan konflik secara elegan, yakni dengan musyawarah. Cuma orang-orang lebih suka mengatakannya mediasi dan negosiasi,” tuturnya. Menurut Asep, konflik ini sering terjadi karena tidak ada keterbukaan informasi.

Polisi acapkali dihadapkan dengan kasus-kasus konflik antar budaya yang notabenenya tertanam budaya jagoan pada konflik tersebut.Budaya jagoan ini harus diperangi oleh budaya lagi. Menurut Prof. Sarlito W. Sarwono, pakar psikologi UI, harus ada tokoh setempat yang didekati dengan pendekatan antropologi, tidak bisa polisi sendiri.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Drs. Martinus Sitompul, M.Si, mengakui  ilmu polisi tidak begitu banyak dapat menjawab masalah konflik . “Ilmu polisi itu multidisipliner, jadi kita butuh ilmu-ilmu lainnya seperti antropologi salah satunya,” tuturnya.

Salah satu alasan mengapa seminar konflik ini diadakan yaitu karena negara yang memiliki latar belakang yang beragaam dan ditambah lagi dengan tugas Polri dalam menangani konflik. Kegiatan Jawa Barat yang cukup besar dapat memberikan potensi sumber konflik.

“Sumber-sumber konflik tersebut banyak, bisa dari agama, politik, ekonomi, perbatasan wilayah.Di Jawa Barat sendiri sumber konfliknya merata,” ungkapnya. (mj02-Suci Amelia Harlen)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter Updates

Blog Stats

  • 27,434 hits
March 2013
M T W T F S S
« Feb   Aug »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031