Pendukung Prabowo Protes Keras Kader Partai Demokrat

BANDUNG- Protes keras dilakukan oleh Kesatuan Aksi Pendukung Prabowo untuk Indonesia 1 (KAPPI-1) Gedung Indonesia Menggugat Bandung pada Senin (4/2). Protes ini dinyatakan Makki Yuliawan, Ketua KAPPI-1, terkait pernyataan kader muda Partai Demokrat yang dinilai menjelek-jelekkan Prabowo Subianto.

Kader muda Partai Demokrat (Ulil Absar Abdala, Rahlan Nasidik, dan Didi Irawadi) yang disiarkan TV One pada pukul 17.00 wib dan 18.30 wib, Kamis lalu (28/2). Pada media tersebut, tiga kader ini menyatakan Prabowo Subianto tidak layak dan tidak pantas untuk menjadi Presiden RI 2014.

“Kami sebagai elemen masyarakat sangat kaget mendengar pernyataan ketiga orang tersebut di TV One. Padahal kami dari KAPPI-1 sedang mengusung Prabowo untuk RI-1,” ujar Makki.

Menurutnya pernyataan yang dilontarkan kader muda Partai Demokrat amatlah tendensius dan melanggar norma hukum. “Mereka mengatakan Prabowo melanggar HAM, padahal merekalah yang melanggar HAM,” tutur Makki.

Dikatakan Makki, Partai Demokrat seperti berenang di lumpur. “Semakin berenang, semakin tenggelam. Semestinya selamatkan partai tersebut,” cetus Makki.

Ia atas nama KAPPI meminta agar ketiga kader muda Partai Demokrat agar meminta maaf dan mencabut pernyataan tersebut. Bila tidak segera dicabut, KAPPI mengaku akan mengajukan protes hukum.

Menanggapi protes oleh KAPPI, Sunatra, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra, sangat menyayangkan pernyataan kader muda Partai Demokrat tersebut. Apalagi dengan berkoalisinya Demokrat dan Gerindra mendukung Dede-Lex pada tim Babarengan. Pernyataan ketuga  orang tersebut tidak layakl, tidak etis, serta melanggar etika politik di Jawa Barat.

Sebelumnya, Partai Gerindra berencana mengirimkan 6 bus di Jakarta untuk demo di Partai Demokrat. “Kalau kami partai gak  nahan, kami pasti akan demo ke Demokrat. Padahal kita sedang mesra-mesranya berkoalisi, ini malah datang pernyataan seperti ini,” ujarnya.

“Masa calon RI-1 kita diganggu sama anak kecil. Ya gak sepadanlah,” ujar Sunatra. Partai Gerindra sendiri meminta agar di internal partai, tiga orang tersebut diberi sanksi. Hal itu karena ia mengatakan pernyataan pribadi yang diucapkan di Kantor Demokrat. Maka Gerindra menganggap hal tersebut pernyataan partai.

“Kami mendorong Partai Demokrat untuk “menjewer”. Meskipun tidak atas nama partai tetapi berada di ruang lingkup partai, semestinya harus menertibkan orang tersebut,” sambung Makki Yuliawan.

Adapun upaya hukum yang dilakukan ialah melalui hukum pers UU Nomor 40 Tahun 1999 mengenai hak jawab. KAPPI-1 berharap agar Partai Gerindra diberikan hak jawab. Selain itu, menurut Makki Yuliawan yang juga advokat, hal tersebut dapat dilaporkan sebagai laporan perbuatan tidak menyenangkan, fitnah, dan palsu.

Gambar“Apalagi Didi Irwadi anggota legislatif dan orang tuanya hukum dan HAM. Sangat disayangkan ini terjadi,” ujar Makki. (Mj02-Suci Amelia Harlen)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter Updates

Blog Stats

  • 27,434 hits
March 2013
M T W T F S S
« Feb   Aug »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031