Tuduhan Korupsi Dana Gapoktan Rp 800 juta oleh PNS

 

BANDUNG-Korupsi menjerat staff bidang ekonomi Pemerintah Kota Tasikmalaya, Iw. Ia diduga melakukan tindak penyelewengan dana hibah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Meskipun demikian, menurut pengacara Iw,  Namina Nina Rusmiati, korupsi yang dilakukan melibatkan pihak lain di bidang yang digeluti Iw.

Tasikmalaya memilki 63 Gapoktan, tetapi hanya 20 Gapoktan yang mendapatkan bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pada 20 Gapoktan ini, Iw menjadi tersangka karena melakukan pungli kepada 20 Gapoktan tersebut. Masing-masing Gapoktan mendapatkan bantuan sebesar Rp 200 juta.

Bantuan ini dikirimkan pada dua tahap, di mana tahap pertama langsung dikirim Rp 100 juta pada Desember 2012 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Bank Jawa Barat Cikurubuk. Lalu, Iw meminta 20% dari total dana (Rp 40 juta) sebagai jasa pengurusan proposal. Total korupsi yang dituduhkan kepada Iw yakni sebesar Rp 800 juta. Menurut Iw, bagian 20% tersebut merupakan kesepakatannya dengan Gapoktan yang memang telah disetujui.

Menurut keluarga terdakwa, Iw tidak mengambil sepersen pun dana tersebut. “Tersangka adalah  tumbal. Ia tidak ambil sepersen pun dana. Cuma kalau masalah keuangan memang dia sebagai orang nomor satunya. Kalau mau menuntut susah, karena sudah beruntun ke atas,” ujar Neneng.

Adapun yang menjadi masalah pada perkara ini menurut Neneng ialah mengapa staff yang menjadi tersangka, bukan atasannya. Namun, ke depannya ia akan legowo  mengikuti proses peradilan.

Hal yang sama diungkapkan pengacara tersangka, Namina Nina Rusmiati. Ia menuturkan, tidak mungkin Iw bekerja sendiri karena masih staff. “Sidang keempat ini ada indikasi menemukan inisial TG, tersangka baru. Tidak mungkin Iw bekerja sendiri, karena hanya staf,” ujar Namina. Tersangka yang akan dihadirkan sendiri berasal dari institusi yang sama dengan Iw.

Hal berbeda diungkapkan oleh Jaksa Eman Sungkawa. Menurutnya sudah tiga kali Iw ditanya dan mengaku korupsi sebanyak Rp 800 juta ini tanggung jawab tersangka sendiri. “Kalau kemungkinan keterlibatan pihak lain belum ada karena Iw sudah tiga kali saya tanya. Ia menjawab ini tanggung jawabnya sendiri, tidak ada keterlibatan lain,” tutur Eman.

Untuk pasal yang akan menjerat Iw sendiri, Eman belum dapat memastikan. “Saya belum dapat memastikan, masih melihat sidang selanjutnya. Namun, bila ia hanya terlibat sendiri, ia dapat dikenakan UU Tipikor Pasal 2 dan 3,” ujarnya. (mj02-Suci Amelia Harlen)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter Updates

Blog Stats

  • 27,434 hits
March 2013
M T W T F S S
« Feb   Aug »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031